VélinPDF
Font, ukuran, dan warna: mengikuti teks di sekitarnya — bisa diatur setelah teks diletakkan

Konversi PDF ke Word

File .docx yang terbuka di Word, LibreOffice, atau Google Docs, dengan paragraf sungguhan — bukan tumpukan baris lepas. Seluruh konversi berjalan di browser Anda.

Gratis · 100% di perangkat Anda — tidak ada yang dikirim
  1. 1Buka PDF.
  2. 2Jalankan konversinya.
  3. 3Unduh dokumen Word-nya.

Cara mengonversi PDF ke Word

Buka dokumennya, jalankan konversinya, lalu unduh file .docx yang langsung terbuka di Word, LibreOffice, Pages, maupun Google Docs. Yang dikejar di sini strukturnya, bukan jiplakan tampilannya: paragraf kembali mengalir sebagai paragraf, judul dikenali sebagai judul lewat perbandingan ukuran hurufnya, daftar berpoin dan bernomor tetap berupa daftar, tabel sederhana tetap tabel, huruf tebal dan miring ikut terbawa, lalu gambar diletakkan kembali pada urutannya di dalam alur teks. Kop surat dan nomor halaman yang berulang sama persis di tiap lembar justru dibuang, supaya tidak menyelip di tengah kalimat begitu naskahnya digulung ulang. Kemiripan sampai ke titik piksel memang tidak dijanjikan, dan itu disengaja: PDF menyimpan posisi, dokumen Word menyimpan aliran teks, sedangkan konverter yang mengaku sanggup keduanya biasanya menyerahkan ratusan kotak teks yang dipaku pada koordinatnya dan mustahil dirapikan. Semuanya dihitung di browser Anda: tanpa akun, tanpa tanda air, tanpa batas ukuran yang dipaksakan sebuah server, dan draf perjanjian kerja atau naskah skripsi itu tidak pergi ke mana pun. Konversi berikutnya tetap jalan meski koneksi mati.

PDF hasil pindai, dan bagian yang tetap tertinggal

Di Indonesia kebanyakan dokumen resmi beredar sebagai hasil pindai: SK yang difotokopi berkali-kali, surat keterangan berstempel basah, faktur yang dipotret memakai ponsel lalu dicetak jadi PDF. Halaman seperti itu tidak menyimpan satu huruf pun, isinya gambar utuh, sehingga dokumen Word-nya akan keluar kosong. Keadaan ini dikenali sebelum ekspor berjalan: alat Kenali teks (OCR) ditawarkan lebih dulu, dan begitu pengenalan karakternya selesai, ekspornya melanjut sendiri. PDF yang terkunci kata sandi perlu dibuka lewat alat Buka kunci, sedangkan file yang sudah cacat sebaiknya melewati alat Perbaiki PDF. Yang paling sering tidak selamat berpindah format: kolom koran yang saling mengunci, kotak melayang di tepi halaman, pemenggalan bertanda hubung, serta jarak halus dokumen yang memang dirancang untuk dicetak. Kalau yang diincar sebenarnya tabel rekapitulasi, alat PDF → Excel memberi hasil jauh lebih bersih; kalau tulisannya saja sudah cukup, alat PDF → Teks lebih ringkas; dan bila hanya satu dua kata yang keliru, alat Cari dan ganti membetulkannya langsung di PDF, lebih cepat daripada memutar lewat Word.

Pertanyaan umum

Apakah tata letaknya dipertahankan?

Teks beserta paragraf, judul, daftar berpoin, huruf tebal dan miring, ditambah gambarnya. PDF bukan pengolah kata: tata letak berkolom tetap perlu dirapikan sedikit, konverter mana pun yang Anda pakai.

Bisakah mengubah PDF ke Word tanpa aplikasi?

Bisa, dan tanpa mengirim file ke mana pun. Halaman ini bekerja di browser yang sudah ada di komputer atau ponsel Anda: tidak ada yang dipasang, tidak ada akun yang dibuat, dan dokumennya tidak diunggah ke server — justru di situ bedanya dengan konverter pada umumnya. Sesudah halaman terbuka sekali, koneksi internet pun boleh diputus.

Bagaimana dengan PDF hasil scan?

Hasil scan tidak punya teks, jadi tidak ada yang bisa dikonversi: jalankan OCR dulu, baru konversi.

Apakah teksnya nanti bisa saya edit di Word?

Bisa, dan memang itu intinya: paragrafnya paragraf sungguhan, bukan kotak teks beku yang ditumpuk satu di atas lainnya. Itulah beda konversi yang benar-benar terpakai dari konversi yang sekadar mirip aslinya.

Apakah gambar di PDF ikut masuk ke .docx?

Ikut: gambarnya diambil lalu diletakkan kembali pada tempatnya di dalam alur teks. Yang tidak ikut adalah tata letak berkolom atau kotak rumit — bagian itu masih perlu dirapikan di Word.

Ekspor & perkecil — alat lainnya

Lihat 42 alat